Sabtu, 14 Mei 2011

Macintosh Operating System


Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86.
OS Macintosh atau yang akrab disebut Mac OS, adalah Operating System atau sistem operasi yang di kembangkan oleh Apple Corp. Mac OS sendiri merupakan singkatan dari Macintosh Operating System. Macintosh diperkenalkan pertama kali pada bulan Januari 1984 lewat iklanSuper Bowl yang fenomenal. Macintosh adalah komputer pertama yang memperkenalkan sistem antarmuka grafis (GUI). Pada waktu itu, langkah yang dilakukan Apple merupakan sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia komputer personal.

Mac OS X

Mac OS X adalah versi terbaru dari sistem operasi Mac OS untuk komputer Macintosh. Sistem operasi ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001 dan populer di kalangan pengguna.
Karakter "X" adalah nomor Romawi yang berarti sepuluh, di mana versi ini adalah penerus dari sistem operasi yang digunakan sebelumnya seperti Mac OS 8 dan Mac OS 9. Beberapa orang membacanya sebagai huruf "X" yang terdengar seperti "eks". Salah satu alasan mengapa mereka menafsir sedemikian karena tradisi untuk memberikan nama sistem operasi yang berbasis Unix dengan akhiran "x" (misalnya AIX, IRIX, Linux, Minix, Ultrix,Xenix).
Mac OS X Server juga dirilis pada tahun 2001. Pada dasarnya versi Server ini mirip dengan versi standardnya, dengan perbedaan bahwa versi Servermencakup piranti lunak untuk keperluan manajemen dan administrasi workgroup dalam komputer berskala besar. Contoh fitur tambahan yang tersedia untuk versi ini adalah piranti lunak untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti SMTP, SMB, LDAP dan DNS. Selain itu cara melisensinya juga berbeda.

Selasa, 10 Mei 2011

Potret Kemiskinan Di Indonesia

KATA PENGANTAR

Saya menyadari makalah ini masih banyak kekurangan, karena masih ada kekurangan dalam memberikan contoh kajian kontekstual. Oleh sebab itu, untuk perbaikan dan menyempurnakan makalah ini, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat di harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang berkepentingan, dan khususnya untuk para mahasiswa dapat menjadi referensi dalam pengembangan dalam mata kuliah Teori Organisasi Umum.

BAB 1
LATAR BELAKANG
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang timbul dalam pembangunan bersama-sama dengan masalah pengangguran dan kesenjangan yang ketiganya saling kait mengkait. Dalam konteks pembangunan di Indonesia, masalah kemiskinan semakin menjadi primadona sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 lalu. Kemiskinan menjadi semakin sering dibicarakan karena adanya peningkatan jumlah penduduk miskin yang cukup tajam yang diakibatkan oleh krisis ekonomi tersebut. Kemiskinana di Indonesia sekarang ini telah menjadi suatu maslah nasional yang behkan pemerintahpun tengah mengupayakan usaha pengentasan penduduk Indonesia dari masalah kemiskinan
Kemiskinan adalah masalah yang mempunyai keterikatan terhadap maslah-masalah social di Indonesia. Sebagai contoh nya keluarga yang miskin mempunyai tingkat penghidupan dan kesehatan yang relative minim dibandingkan orang yang kehidupannya tercukupi.
Di setiap negara, persoalan kemiskinan menjadi masalah yang sangat kompleks yang dihadapi oleh seluruh pemerintahan. Begitu juga persoalan  kemiskinan di negeri ini, tentunya mempunyai tempat tersendiri dalam proses pembangunan bangsa. Sudah menjadi trend di setiap pemilihan presiden, gubernur, hingga bupati tema dan jargon kampanye takkan terlepas dari persoalan ini. Kemiskinan seolah indentik dengan sebagian besar masyarakat kita, hingga bermunculan indikator-indikator yang dapat mengukur tingkat kemiskinan penduduk entah itu dalam versi mana saja.
Sering juga kita saksikan bagaimana perdebatan yang pro maupun kontra dalam melihat persoalan kemiskinan. Baik itu mengenai data hingga metode perhitungan tingkat kemiskinan itu sendiri, hingga tak jarang perdebatan itu berujung pada tataran data, berapa jumlah masyarakat miskin, yang kemudian jauh dari fokus bagaimana menuntaskan kemiskinan di negeri ini.
Secara umum kemiskinan lazim diartikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain; tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan.
Definisi beranjak dari pendekatan berbasis hak yang menyatakan bahwa masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Senin, 04 April 2011

Pendapatan Nasional


Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Konsep

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Kamis, 03 Maret 2011

Stack ( Tumpukan )

Stack adalah strukur yang bersifat LIFO yang mana mempunyai pengertian bahwa yang masuk belakangan akan keluar duluan. Contohnya tumpukan batu bata, tumpukan buku di perpustakaan, dan tumpukan tisu hasil produksi rumah tangga.

Stack dapat diimplementasikan dengan menggunakan konsep Linked List. Bentuk dari

struct dari head untuk stack dapat digambarkan sebagai berikut:

Perbedaan mendasar antara stack dan Linked List adalah bahwa stack memiliki

operasi khusus untuk memanipulasi elemen dalam stack tersebut. Operasi yang

dimaksud dalam program C dapat diimplementasikan menjadi function. Operasi yang

dimaksud adalah:

    -     push(s) : menambah elemen stack yang baru dibagian atas stack.

    -     pop(s) : menghapus elemen dari stack yang berada dibagian paling atas.

    -     get(s) : membaca nilai elemen dari stack yang berada dibagian paling atas.

    -     isEmpty(s) : memeriksa apakah stack kosong atau tidak.

Kegunaan Stack

Stack biasa digunakan dalam mengontrol operasi dalam sebuah sistem operasi. Selain

itu stack juga merupakan algoritma yang baik yang dapat digunakan untuk membuat

phaser (membaca urutan operasi dari sebuah persamaan matematika).

Aplikasi Stack

Salah satu aplikasi stack adalah dalam mengevaluasi dan menghitung ekspresi

aritmatik. Sebagai contoh, bila kita ingin mencari nilai dari suatu ekspresi aritmatik

sederhana yang melibatkan perkalian, penjumlahan, pengurangan dan pembagian.

Eksepresi aritmatik berikut ini dikenal dengan susunan ekspresi infix:

15 * ( ( ( 3 - 2 ) * ( 4 + 10 ) ) / 7 )

membutuhkan penyimpanan hasil sebagian perhitungan. Misalnya, jika bagian 3 - 2

pada ekspresi di atas dihitung, maka kita harus menyimpan hasil pengurangan itu

yaitu 1 terlebih dahulu, dan kemudian menghitung ekspresi 4 + 1-. Dalam hal ini

stack sangat ideal untuk digunakan.

Sebelum kita menyelesaikan permasalahan di atas, mari kita coba menyederhanakan

ekspresi infix di atas menjadi dalam susunan ekspresi postfix. Ekspresi postfix adalah

ekspresi yang menempatkan operator setelah kedua operannya. Berikut ilustrasi dari

ekspresi infix 4 + 10 yang diubah menjadi ekspresi postfix.

Algoritma Mengubah Ekspresi Infix menjadi Postfix

Proses konversi ekspresi infix menjadi bentuk postfix selalu dimulai dari sebelah kiri

ekspresi aritmatik.

a)       Jika yang ditemukan adalah operan, maka cetak atau simpan

b)       Jika yang ditemukan adalah kurung buka maka abaikan.

c)       Jika yang ditemukan adalah operator maka push ke dalam stack.

d)       Jika yang ditemukan adalah kurung tutup maka pop stack, kemudian cetak  atau simpan nilainya.

e)       Jika ekspresi telah diperiksa semua tetapi ternyata stack belum kosong, pop semua

data dalam stack dan cetak atau simpan nilai yang di pop.

Algoritma Mengubah Ekspresi Infix menjadi Postfix

Proses konversi ekspresi infix menjadi bentuk postfix selalu dimulai dari sebelah kiri

ekspresi aritmatik.

1.         Jika yang ditemukan adalah operan, maka cetak atau simpan

2.        Jika yang ditemukan adalah kurung buka maka abaikan.

3.        Jika yang ditemukan adalah operator maka push ke dalam stack.

4.        Jika yang ditemukan adalah kurung tutup maka pop stack, kemudian cetak atau simpan nilainya.

5.        Jika ekspresi telah diperiksa semua tetapi ternyata stack belum kosong, pop semua data dalam stack dan cetak atau simpan nilai yang di pop.

Selasa, 22 Februari 2011

Struktur Organisasi Data 2

ARRAY DAN RECORD

Sebuah array dapat dikatakan sebagai suatu himpunan terurut dengan elemen-elemen homogen. Terurut, dimaksudkan bahwa elemen pertama, elemen kedua, dst masing-masing dapat diidentifikasi. Sedangkan homogen berarti masing-masing elemen tersebut mempunyai tipe data yang sama.
Array dapat dikelompokkan atas 2 bagian, yaitu :
1.    Array satu dimensi.
2.    Array multi dimensi.

ARRAY SATU DIMENSI
Bentuk array yang paling sederhana adalah array satu dimensi. Array jenis ini dapat dianggap sebagai sebuah vektor. Suatu array A berdimensi satu dengan N buah elemen, secara fisik dapat digambarkan sebagai berikut :
A(1)
A(2)
.....
A(I)
.....
A(n)

Indeks dari elemen suatu array menyatakan posisinya dalam urutan secara umum suatu array A berdimensi satu dengan elemen berjenis data T yang mempunyai indeks dari L s/d U dituliskan sbb:
A(L:U) = {A(I)}

Untuk I = L, L+1, L+2, ................., U-1, U,
dimana masing-masing  A(I) berjenis data T.
L disebut sebagai batas bawah dari indeks A dan U sebagai batas atas dari A.
Jumlah elemen dalam suatu array disebut sebagai range.
Range dari array A(L:U) adalah U - L + 1.
Range dari array B(1:N) adalah N - l + 1= N.

ARRAY MULTI DIMENSI
Array dua dimensi adalah salah satu contoh dari array jenis multi dimensi (dimensi banyak). Array ini elemen-elemennya merupakan array pula. Bentuk yang dianggap dapat mewakili array dua dimensi ini adalah matriks.  Suatu array B yang terdiri atas M elemen dimana masing-masing elemennya berupa array dengan N elemen, dapat digambarkan sebagai suatu tabel MxN, dengan bentuk sbb:   

1
2
3
...
J
...
N
1







2







3







...







I







...







M









Array ini dituliskan :
B(1:M,1:N) = {B(I,J)},
Untuk  I = 1,2,...,M
J = 1,2,...,N
Jumlah elemen (range) dari array B ini adalah M x N.
Secara umum, array 2 dimensi B dengan batas bawah indeks pertama L1, batas atas indeks pertama U1, batas bawah indeks kedua L2 batas atas indeks kedua U2, dituliskan:
B(L1 : U1, L2 : U2) = {B(I,J)}
Untuk L1 < I < U1 dan L2 < J < U2
Jumlah elemen baris dari array B adalah : ( U2 - L2 + 1 )
Jumlah elemen kolom dari array B adalah : ( U1 - L1 + 1)
Jumlah total elemen array B adalah : (U2 - L2 + 1 )(U1 - L1 + 1)

CROSS SECTION
Yang dimaksud dengan Cross section dari array 2 dimensi adalah : suatu himpunan yang anggotanya adalah elemen-elemen dalam satu baris saja atau satu kolom saja. Notasinya menggunakan *.
Contoh :
Misal diberikan array B(1:M,1:N).
B(4,*) = {B(4,1), B(4,2), ...,B(4,N)}
B(*,4) = {B(1,4), B(2,4), ...,B(M,4)}

TRANSPOSE
Transpose dari suatu array dua dimensi, adalah suatu array dua dimensi pula dengan menukar posisi indeksnya. Transpose dari array berukuran M x N adalah suatu array berukuran N x M. Transpose dari suatu array dari B dinotasikan dengan BT, dan didefinisikan:
B(I,J) = BT (J,I)
Selanjutnya secara umum, suatu array A berdimensi N dapat dituliskan sbb:
A(L1:U1,L2:U2,...,LN:UN)
Jumlah elemen array ini adalah : 
N (U1 - L1 + 1)(U2- L2+ 1)... (UN - LN + 1) (UK - LK + 1) k=1
Sebagai contoh perhatikan sebuah array berdimensi 3 yang menggambarkan (berisi) jumlah mahasiswa STMIK Gunadarma untuk kelas pagi dan malam.
Array ini dapat digambarkan sbb :
Jika array ini diberi nama Gunadarma, maka bentuknya dapat dituliskan sbb:
Gunadarma(1:2,1:2,1:5) = {Gunadarma(i,j,k)}
dimana    I = 1,2 (1 = pria, 2 = wanita)
J = 1,2 (1 = pagi, 2 = malam)
K = 1,2,3,4,5 (kelas 1 s/d 5)
Seluruh mahasiswa pagi dapat ditunjukkan dengan Gunadarma (*,1,*)
sedangkan seluruh mahasiswa malam dapat ditunjukkan denga
Gunadarma(*,2,*)

DEKLARASI ARRAY DALAM BAHASI PEMROGRAMAN.
Misal diberikan array dengan nama A yang mempunyai 24 elemen dengan masing-masing elemen berjenis data integer, maka deklarasinya dalam bahasa pemrograman adalah sbb:
COBOL :
01  A_Table
02  A OCCURS 24 TIMES PIC 99
PASCAL : VAR A : ARRAY [1..24] OF INTEGER;
Dalam mendeklarasikan suatu array ada 3 hal yang harus ada pada deklarasi tersebut, yaitu:
Nama array
Range dari indeksnya
Tipe elemen-elemen datanya

MAPPING KE STORAGE DARI ARRAY
Ada beberapa cara untuk menyatakan suatu array pada storage, tetapi konsepnya hampir sama dengan apa yang ada pada data fungsi.

ARRAY SATU DIMENSI
Misal diberikan array satu dimensi dengan nama A yang mempunyai indeks 1 s/d N, yaitu A(1:N). Secara fisik array A(1:N) dapat digambarkan sbb:

A(1)
A(2)
A(3)
...
A(I)
...
A(N)

Yang perlu kita ketahui disini adalah : Letak elemen ke I dari array A(1:N), atau letak masing-masing elemen array pada storage. Letak suatu elemen biasanya disebut sebagai starting address atau starting location atau base location. Untuk mengetahui starting address suatu elemen array, perlu diketahui lebih dulu antara lain :
Starting address dari array yang bersangkutan.
Ukuran masing-masing elemen array atau ruang yang digunakan              
masing-masing elemen array.
Misal starting address dari array A(1:N) adalah B dan masing-masing elemennya menggunakan ruang sebanyak  S bit. Maka starting address elemen ke I dari array A(1:N) adalah :
B + (I-1) * S
Hal ini disebabkan ada (I - 1) elemen array A, masing-masing dengan ukuran atau panjang S secara fisik mendahului elemen ke I pada array tersebut.
Secara umum dapat dikatakan bahwa :
Starting address elemen ke I dari array A(L:U) adalah (B +(I-L)*S jika starting address array A adalah B dan masing-masing elemenya menggunakan rungan sebanyak S bit.

MAPPING KE STORAGE : ARRAY MULTI DIMENSI.
Prinsip yang digunakan disini tetap didasarkan pada array satu dimensi. Oleh karena itu untuk array multi dimensi, linierisasinya dapat dilakukan berdasarkan baris atau kolom.
Contoh :
Misal diberikan array  A(1:3,1:4). Array ini secara fisik dapat digambarkan sbb :


1
2
3
4
1




2




3





Linierisasi menurut baris akan mengakibatkan bentuk diatas menjadi :


























1



2



3




Jika B adalah starting address array A(1:3,1:4) dan S adalah ruang yang digunakan oleh masing-masing elemennya, maka starting address dari elemen A(I,J) adalah :        
B + (I-1) * 4 * S + (J-1) * S
Hal ini karena ada ( I-1) baris, masing-masing dengan panjang 4*S yang mendahului baris dimana elemen A(I,J) berada dan ada (J-1) elemen masing-masing dengan panjang S yang mendahului elemen A(I,J) pada baris ke I.
Contoh
Dari array A(1:3,1:4) akan dicari starting adress elemen A(2,4).




























Baris
1


baris
2


baris
3


A(2,4)

Starting address A(2,4)      
 = B + (2 - 1) * 4 * S + (4 - 1) * S
= B + 7 * S
Secara umum elemen A(I,J) dari array A(l:U,L:U) mempunyai starting address :
B + (I-L1) * (U2-L2+1) * S + (J-L2) * S
Alternatif lain untuk linierisasi adalah dengan menggunakan cara kolom jika diberikan array A(1:3,1:4) diatas, maka bentuk linierisasinya :
Jika B adalah starting address dari array A(1:4,1:6) dan S adalah ruang digunakan untuk masing-masing elemenya, maka starting address dari
A(I,J) adalah :
B + (J - 1) * 4 * S + (I - 1) * S
Hal ini disebabkan ada (J - I) kolom masing-masing dengan 4 elemen yang panjangnya s yang mendahului kolom tempat elemen A(I,J) berada dan ada (I-1) elemen masing-masing dengan panjang S yang mendahului elemen A(I,J) pada kolom ke J.
Secara umum dapat dikatakan bahwa :
Elemen A(I,J) dari array A(L1:U1,L2:U2), menurut kolom mempunyai starting address :
B + (J-L2) * (U1-L1+1) * S + (I-L1) * S
Jika starting adress array tersebut adalah B dan masing-masing elemenya menggunakan ruang sebanyak S bit.
Contoh :
Misal diberikan array K(1:4,1:6) dengan starting address B dan masing-masing elemenya menggunakan ruang S bit. Maka starting adress dari elemen k(2,4) adalah :
= B + (4 - 1) * (4-1+1)  * S + (2 - 1) * S
= B + 3 * 4* S + 1 * S
= B + 13 * S

RECORD
Record adalah himpunan dari elemen-elemen yang heterogen.
Heterogen adalah elemen-elemennya dapat mempunyai tipe data yang berbeda.
ELEMENTARY ITEM adalah suatu field yang tidak mempunyai subfield.
GROUP ITEM adalah suatu field yang mempunyai subfield.
TUPEL adalah gabungan atribut yang menjadi suatu informasi dari proses basis  data.
Contoh RECORD :
PEGAWAI
Job Tittle
Emp. No
Pay Rate
Name
Telp. No
Analys
00012724
1.000.000
Bob Geldof
7801725
Programmer
00023451
800.000
Ceu Rika
7521475
( String(20) )
( String(8) )
( Real(9,2) )
( String(25) )
( String(7) )

Record-record yang tipenya sama : FILE.
Untuk menyatakan suatu data dalam record yang mempunyai identifikasi yang khusus, maka harus punya 1 field khusus yang disebut KEY (kunci field).
DEKLARASI RECORD DALAM BAHASA PEMROGRAMAN
PROGRAM DALAM COBOL
DATA DIVISION.
PEGAWAI.
02   JOB_TITTLE      PIC X(20).
02   EMP_NO          PIC X(8).
02   PAY_RATE       PIC 9(2) V 9(2).
02   NAME                               PIC X(25).
02   TELP_NO          PIC X(7).
PROGRAM DALAM PASCAL
Type
Pegawai = Record;
Job_Tittle : String[20];
Emp_No  : String[8];
Pay_Rate : Real;
Name       : String[25];
Telp_No   : String[7];
End;

Referensi : www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/.../bab2-array_dan_record